Kalau mau halaman rumah terus-menerus dihiasi bunga, tanamlah belasan mawar, mereka akan tekun memberi hiburan secara silih berganti.
Maksudnya, jika minggu ini mawar merah yang berbunga, mawar kuning akan mekar saat mawar merah rontok, lalu giliran mawar pink, oranye, ungu, putih, dst. Dengan begitu, halaman rumah tak akan pernah kusam. Selalu ada warna-warna pencerah dari mawar-mawar itu. Sungguh menghibur.
seperti ini:
kuning muda, pink, putih
mawar batik: batik merah-merah, merah-putih, merah beludru-putih
Oranye markota lancip, kuning gradasi oranye
Iklim tropis yang kita punya sangat bersahabat untuk mawar. Tanaman ini suka sekali sinar dan panas matahari. Asalkan media tanamnya cocok dan steril dari hama, mawar-mawar akan tumbuh sehat dan rajin berbunga.
mawar batik: batik merah-merah, merah-putih, merah beludru-putih
Oranye markota lancip, kuning gradasi oranyeUntuk mawar, saya lebih pede untuk berbagi tips pemeliharaannya (tidak seperti anggrek, di mana saya masih sangat awam).
Meski begitu, bukan berarti saya jagoan mawar ya... Saya pernah gagal memelihara mawar, saat satu-persatu dari mereka mati terserang virus (atau hama?) yang sampai sekarang saya belum tahu penanggulangannya. Tapi saya gak kapok, saya kembali mengumpulkan mawar, sampai akhirnya terkumpul 20 pohon mawar yang itu tadi, silih berganti menghibur dengan bunga-bunganya.
Baiklah, saya coba berbagi tips ya... mudah-mudahan berguna:
Tips 1:
Mulailah dari memilih bibit yang bagus. Saya biasa mencari mawar di penjual tanaman, mawar-mawar itu biasanya ditanam di polibag, yang sudah berisi media tanam berupa tanah dan sekam. Mawar yang dijual ini terdiri dari batang utama berupa mawar hutan dan mawar varietas yang distek/ditempel di mawar hutan tadi.
Mawar hutan punya daya tahan hidup yang kuat tapi tidak berbunga, makanya dijadikan batang utama. Sementara mawar-mawar yang biasa kita nikmati, bunganya berasal dari mawar varietas yang ditempel di mawar hutan itu tadi.
Nah, saat membeli perhatikan sambungan/stekannya. Pilih yang benar-benar kuat dan akarnya juga kuat. Hati-hati, biasanya ada penjual yang curang, yang menempelkan akar palsu ke batang mawar, sehingga seolah-olah mawar itu banyak akar.
Tips 2:
Media tanam harus pas, sebaiknya terdiri dari campuran sekam dan tanah kompos. Kalau dikasi pupuk kandang tambah bagus. Jika tanah di halaman tidak terjamin steril dari hama pemakan akar (semut, ulat, cacing, dll) sebaiknya mawar ditanam dalam pot dan pastikan media tanamnya steril dari hama.
Tips 3:
Mawar suka panas dan sinar matahari, jadi taruh mawar di halaman terbuka yang terkespos matahari.
Tips 4:
Rajin-rajin menyiangi daun-daun yang kuning, dan apabila bunganya sudah rontok, segera potong. Nanti cabang baru akan muncul. Selain ditumbuhi daun-daun baru, cabang baru sering kali berisi bakal bunga di ujungnya. Tumbuhnya juga cepat, tak heran jika mawar mudah/sering sekali berbunga.
Tips 5:
Kalau diserang jamur atau serangga, semprotkan pestisida atau obat serangga. Kalau satu pohon terkena gejala sakit atau tak sehat, pisahkan pohon itu dari gerombolan mawar lainnya (biar gak nular).
Tips 6:
Pemupukan tidak terlalu signifikan jika media tanamnya sudah bagus. Tapi jika bunganya terbilang jarang, beri pupuk NPK dengan unsur P (fosfor) yang tinggi, atau kasi larutan vetsin (1 sdm vetsin dilarutkan dalam 1 liter air).
Semoga berhasil...
*) Selain lebih mudah dirawat dibanding anggrek, koleksi mawar juga lebih menyenangkan karena lebih murah. Harga satu anggrek varietas biasa = harga 6-7 mawar. Apalagi kalau dibanding dengan harga anggrek hutan atau varietas langka yang harganya sampai jutaan. Wedeww...



